Beranda / Ketahanan Pangan / Sorgum, Pangan Alternatif yang Menghidupkan Lahan Kering Gun...
Ketahanan Pangan

Sorgum, Pangan Alternatif yang Menghidupkan Lahan Kering Gunungkidul

Sorgum, Pangan Alternatif yang Menghidupkan Lahan Kering Gunungkidul
Gunungkidul dikenal sebagai kawasan karst dengan air yang sulit. Banyak lahan pertanian hanya tadah hujan dan sering mengalami gagal panen saat kemarau panjang, sehingga ketahanan pangan masyarakat menjadi terganggu dan ketergantungan pada beras serta terigu sangat tinggi. Pemerintah daerah bersama BRIN memperkenalkan sorgum sebagai tanaman alternatif yang toleran kekeringan dan mampu tumbuh di lahan marginal. Petani mulai menanam varietas unggul sorgum, yang hasilnya kemudian diolah menjadi nasi sorgum, tepung, hingga pakan ternak. Dampak yang terlihat adalah petani tetap dapat panen di musim kemarau, pendapatan meningkat, dan menu pangan lokal menjadi lebih beragam. Potensi ke depan terbuka lebar, karena sorgum dapat menjadi substitusi terigu nasional dan dikembangkan di daerah kering lain seperti NTT dan NTB melalui pendampingan teknologi serta jaminan pasar.
Organisasi: BRIN