Ketahanan Pangan
Singapura Uji Coba 'Vertical Farming' di Gedung Pencakar Langit untuk Ketahanan Pangan Urban
19 Agustus 2026, 00:00
Singapura, Indonesia, Jakarta, Surabaya
17 views
Negara kota seperti Singapura sangat bergantung pada impor pangan, membuatnya rentan terhadap gangguan rantai pasokan global dan gejolak harga. Untuk meningkatkan ketahanan pangan lokal, Singapura berinvestasi besar-besaran dalam pertanian vertikal (vertical farming) di dalam gedung-gedung kota. Inovasi ini dilakukan oleh perusahaan seperti Sky Greens dan pemerintah melalui badan Enterprise Singapore.
Solusi yang diterapkan adalah membangun farm bertingkat tinggi di dalam ruang terkendali (indoor controlled environment) yang menggunakan sistem hidroponik atau aeroponik. Teknologi LED untuk pencahayaan khusus tanaman dan sistem sirkulasi air yang efisien diterapkan. Beberapa fasilitas bahkan dibangun di dalam bekas parkiran atau gudang, memanfaatkan ruang urban yang terbatas secara maksimal.
Dampaknya adalah peningkatan produksi sayuran daun segar seperti kangkung, bayam, dan selada untuk konsumsi lokal, mengurangi 'food miles' dan emisi terkait transportasi. Dari sisi sosial, menciptakan lapangan kerja hijau baru di sektor teknologi pertanian. Potensi replikasi sangat relevan untuk kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta atau Surabaya yang juga menghadapi tekanan lahan. Model ini dapat diadaptasi untuk memproduksi sayuran bernilai tinggi dan berumur pendek, sekaligus menjadi sarana edukasi pertanian modern bagi generasi muda urban.
Organisasi: Sky Greens, Enterprise Singapore