Beranda / Teknologi Ramah Bumi / Inovasi Embung Cerdas Berbasis IoT dan Penampung Air Hujan A...
Teknologi Ramah Bumi

Inovasi Embung Cerdas Berbasis IoT dan Penampung Air Hujan Atasi Kemarau di NTT

Inovasi Embung Cerdas Berbasis IoT dan Penampung Air Hujan Atasi Kemarau di NTT
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kerap dilanda kemarau panjang yang mengancam ketahanan pangan dan akses air bersih masyarakat. Untuk mengatasi ini, diterapkan solusi terintegrasi berbasis kolaborasi multi-pihak antara pemerintah, perguruan tinggi, dan BUMN. Inti inovasinya ada pada dua pendekatan: pertama, pembangunan atau revitalisasi embung tradisional yang dilengkapi sensor Internet of Things (IoT); kedua, pendorongan partisipasi rumah tangga untuk membangun penampung air hujan sederhana. Embung Cerdas dilengkapi sensor yang memantau ketinggian air, kualitas air, dan kondisi cuaca secara real-time. Data ini dikirim ke pusat kendali atau ponsel petugas, memungkinkan pengaturan distribusi air irigasi secara otomatis atau semi-otomatis yang lebih adil dan efisien. Di tingkat rumah tangga, penampung air hujan memberdayakan setiap keluarga untuk mandiri memenuhi kebutuhan air domestik, mengurangi ketergantungan pada sumber air umum yang sering kering. Dampak yang terlihat di Kabupaten Kupang dan Timor Tengah Selatan sebagai wilayah percontohan sangat signifikan. Ketersediaan air yang terjamin meningkatkan luas tanam dan produktivitas pertanian, sementara beban perempuan dan anak-anak untuk mengambil air berkurang drastis, mengalihkan waktu untuk kegiatan produktif dan pendidikan. Model ini sangat aplikatif dan berpotensi direplikasi di daerah kering lain di Indonesia. Inovasi lanjutan seperti integrasi panel surya untuk penggerak pompa dapat membuat sistem ini sepenuhnya mandiri dan berkelanjutan.
Organisasi: BUMN