Beranda / Solusi Praktis / Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat dengan Sistem 'Canal Bl...
Solusi Praktis

Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat dengan Sistem 'Canal Blocking' di Kalimantan

Restorasi Gambut Berbasis Masyarakat dengan Sistem 'Canal Blocking' di Kalimantan
Ekosistem gambut yang terdegradasi, terutama akibat drainase melalui kanal-kanal, menjadi sangat rentan terbakar dan melepaskan simpanan karbon dalam jumlah besar ke atmosfer, memperparah perubahan iklim. Restorasi gambut merupakan agenda penting global dan nasional. Di Kalimantan, program restorasi gambut berbasis masyarakat mengadopsi teknik 'canal blocking' atau pembuatan sekat kanal. Masyarakat lokal dilibatkan secara aktif dalam pembangunan sekat dari bahan lokal (seperti kayu dan tanah) di kanal-kanal bekas pengeringan lahan. Sekat ini berfungsi menaikkan muka air tanah di lahan gambut sekitarnya, menjaga kelembabannya sehingga tidak mudah terbakar. Program ini telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. Lahan gambut yang sebelumnya kering dan rawan api kini kembali basah, mencegah terjadinya kebakaran. Vegetasi asli gambut mulai pulih, dan biodiversitas meningkat. Dampak iklimnya sangat signifikan karena mencegah pelepasan jutaan ton karbon tersimpan. Secara sosial, program ini menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga gambut. Model partisipatif ini terbukti efektif dan dapat direplikasi di jutaan hektare lahan gambut terdegradasi lainnya di Indonesia, menjadi fondasi penting dalam upaya nasional pengendalian perubahan iklim.