Beranda / Teknologi Ramah Bumi / UTM Kembangkan Budidaya Lele Bioflok Berbasis IoT untuk Efis...
Teknologi Ramah Bumi

UTM Kembangkan Budidaya Lele Bioflok Berbasis IoT untuk Efisiensi dan Ketahanan Pangan

UTM Kembangkan Budidaya Lele Bioflok Berbasis IoT untuk Efisiensi dan Ketahanan Pangan
Meningkatnya permintaan protein hewani dan tantangan efisiensi dalam budidaya perikanan mendorong inovasi teknologi. Universitas Trunojoyo Madura (UTM) meluncurkan program budidaya lele berbasis teknologi bioflok dan Internet of Things (IoT) di Desa Rek Kerek, Pamekasan, Jawa Timur. Program ini bertujuan menciptakan model akuakultur yang efisien, berkelanjutan, dan memberdayakan masyarakat. Solusi ini menggabungkan dua teknologi utama: sistem bioflok yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengelola kualitas air dan mengolah limbah pakan, serta sistem IoT untuk pemantauan real-time parameter kunci seperti pH dan suhu air. Dengan sensor otomatis, pembudidaya dapat mengetahui kondisi kolam secara cepat dan akurat tanpa harus selalu melakukan pengecekan manual, sehingga tindakan perawatan dapat lebih tepat waktu dan berdasar data. Dampaknya adalah peningkatan efisiensi pemeliharaan, minimasi risiko kematian ikan akibat perubahan kondisi air yang tak terdeteksi, dan optimalisasi pertumbuhan. Program ini juga merencanakan pengembangan pakan berbasis bioslurry sebagai bagian dari ekonomi sirkular. Sebagai program percontohan dengan penebaran 5.000 bibit, model ini berpotensi besar untuk direplikasi oleh kelompok masyarakat lain, terutama di daerah dengan lahan terbatas. Inovasi ini tidak hanya memperkuat ketahanan pangan lokal melalui penyediaan protein, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru dan meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang akuakultur modern.
Organisasi: Universitas Trunojoyo Madura