Beranda / Ketahanan Pangan / Thailand Integrasikan Mitigasi dan Adaptasi Iklim Lewat Pert...
Ketahanan Pangan

Thailand Integrasikan Mitigasi dan Adaptasi Iklim Lewat Pertanian Ramah Iklim dan Agroforestri

Thailand Integrasikan Mitigasi dan Adaptasi Iklim Lewat Pertanian Ramah Iklim dan Agroforestri
Thailand menghadapi tantangan perubahan iklim yang mengancam ketahanan pangan nasional, terutama bagi sektor pertanian yang rentan. Untuk mengatasinya, negara ini mengembangkan strategi Climate-Smart Agriculture yang berkelanjutan dan berbasis komunitas. Langkah konkret meliputi diversifikasi tanaman untuk mengurangi ketergantungan pada satu komoditas, penggunaan inovasi pakan ternak berbahan kulit manggis dan jantung pisang yang mampu menurunkan emisi metana hingga 30%, serta pengembangan varietas padi tahan kekeringan dan banjir melalui kerja sama riset dengan universitas. Selain itu, teknologi irigasi hemat air didorong untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Pemerintah Thailand juga memberikan hak kelola lahan hutan kepada petani untuk menerapkan agroforestri, yakni sistem yang mengintegrasikan pohon penyerap karbon seperti jati dan trembesi dengan tanaman bernilai ekonomi seperti kopi dan buah-buahan. Dampak dari pendekatan ini adalah penguatan kapasitas petani, peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, serta peningkatan ketahanan pangan nasional sekaligus penyerapan karbon. Thailand berkomitmen mencapai netral karbon pada 2050 dan emisi nol bersih pada 2065. Strategi integratif ini dapat menjadi rujukan penting bagi Indonesia untuk memperkuat kebijakan pangan dan sumber daya alam yang lebih tangguh terhadap iklim, terutama melalui pendekatan berbasis komunitas dan sinergi antarlembaga.