Beranda / Energi Hijau / Teknologi Pirolisis Limbah Pertanian di Lamongan Hasilkan Bi...
Energi Hijau

Teknologi Pirolisis Limbah Pertanian di Lamongan Hasilkan Biochar dan Energi Listrik

Teknologi Pirolisis Limbah Pertanian di Lamongan Hasilkan Biochar dan Energi Listrik
Limbah pertanian seperti sekam padi dan tongkol jagang yang menumpuk sering dibakar secara terbuka, menimbulkan polusi udara dan emisi gas rumah kaca. Di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebuah inisiatif kolaboratif antara kelompok tani, universitas, dan pelaku usaha menerapkan teknologi pirolisis skala komunal untuk mengonversi limbah tersebut menjadi produk bernilai tinggi. Pirolisis adalah proses dekomposisi termokimia tanpa oksigen yang mengubah biomassa menjadi biochar, gas sintetis (syngas), dan minyak pirolisis. Unit pirolisis yang dibangun mampu mengolah hingga 1 ton limbah per hari. Biochar yang dihasilkan dimanfaatkan sebagai pembenah tanah (soil amendment) yang dapat meningkatkan kesuburan tanah, menahan air, dan menyimpan karbon dalam jangka panjang. Sementara itu, syngas yang dihasilkan dimanfaatkan untuk menggerakkan generator listrik, menghasilkan energi yang dapat digunakan untuk penerangan atau pengoperasian alat penggilingan di lokasi usaha tani. Proses ini menciptakan siklus ekonomi sirkular di tingkat lokal. Dampaknya adalah tiga sekaligus: pengurangan polusi dari pembakaran terbuka, penciptaan energi terbarukan, dan peningkatan kesuburan tanah yang berujung pada produktivitas pertanian yang lebih berkelanjutan. Model ini sangat potensial untuk direplikasi di sentra-sentra pertanian lain di Indonesia. Tantangan ke depan adalah optimalisasi desain reaktor untuk efisiensi energi yang lebih tinggi serta pengembangan pasar yang stabil untuk produk biochar, sehingga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan yang menarik bagi petani.
Organisasi: kelompok tani, universitas