Beranda / Energi Hijau / Teknologi 'Aqua-Solar' di NTT: Panel Surya Apung dan Budiday...
Energi Hijau

Teknologi 'Aqua-Solar' di NTT: Panel Surya Apung dan Budidaya Ikan dalam Satu Lahan Air

Teknologi 'Aqua-Solar' di NTT: Panel Surya Apung dan Budidaya Ikan dalam Satu Lahan Air
Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi tantangan ganda: intensitas matahari tinggi namun sering kekurangan air, serta kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas perikanan darat. Untuk menjawab ini, Kementerian ESDM bersama mitra meluncurkan proyek percontohan teknologi 'Aqua-Solar' atau floating solar PV integrated with aquaculture. Teknologi ini memanfaatkan permukaan kolam atau waduk yang ada untuk memasang panel surya terapung, sementara di bawahnya tetap digunakan untuk budidaya ikan seperti nila atau lele. Inovasi ini memecahkan dua masalah sekaligus. Panel surya menghasilkan listrik bersih untuk kebutuhan pompa air, aerasi, dan pencahayaan di sekitar kolam, mengurangi ketergantungan pada diesel. Sementara itu, naungan dari panel membantu menstabilkan suhu air, mengurangi penguapan yang signifikan di daerah kering, dan menciptakan lingkungan yang lebih terkontrol bagi ikan, yang berpotensi meningkatkan hasil panen. Penggunaan lahan menjadi sangat efisien. Dampak yang diharapkan adalah peningkatan akses energi bersih dan terjaminnya pasokan listrik untuk operasi perikanan, yang mendorong produktivitas dan nilai ekonomi. Dari sisi lingkungan, teknologi ini menghemat air melalui reduksi penguapan dan menekan emisi dari generator diesel. Potensi pengembangan ke depan sangat besar, terutama di daerah-daerah dengan banyak embung atau waduk pertanian/ikan. Model Aqua-Solar dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia untuk mendukung ketahanan energi dan pangan secara simultan, menjawab tantangan kekeringan dan defisit listrik.
Organisasi: Kementerian ESDM