Beranda / Teknologi Ramah Bumi / Singapura Uji Coba Teknologi Penyerapan CO2 Langsung dari Ud...
Teknologi Ramah Bumi

Singapura Uji Coba Teknologi Penyerapan CO2 Langsung dari Udara (DAC) di Fasilitas Pelabuhan

Singapura Uji Coba Teknologi Penyerapan CO2 Langsung dari Udara (DAC) di Fasilitas Pelabuhan

Singapura menguji coba teknologi penangkapan karbon langsung dari udara (DAC) di fasilitas pelabuhan sebagai solusi untuk menangkap emisi dari sektor yang sulit didekarbonisasi. Meskipun masih menghadapi tantangan biaya energi, proyek ini memberikan data penting untuk pengembangan teknologi iklim di kawasan urban dan maritim. Hasilnya berpotensi direplikasi di Indonesia, khususnya di kawasan industri dan pelabuhan, guna mendukung target nol emisi karbon.

Di tengah keterbatasan lahan dan tingginya emisi dari sektor maritim dan industri, Singapura kembali menunjukkan komitmennya terhadap target nol emisi karbon dengan meluncurkan proyek percontohan teknologi penangkapan karbon langsung dari udara (Direct Air Capture/DAC). Langkah ini menjadi sorotan karena negara kota tersebut tidak memiliki ruang luas untuk hutan atau instalasi penangkapan karbon berbasis lahan, sehingga inovasi DAC menjadi solusi strategis untuk menyerap CO2 dari atmosfer secara langsung.

Bagaimana Teknologi DAC Bekerja dan Mengapa Penting?

Fasilitas percontohan yang diuji coba di kawasan pelabuhan ini menggunakan kipas raksasa untuk menyedot udara, kemudian melewatkannya melalui bahan penyerap khusus yang mengikat molekul karbon dioksida. CO2 yang berhasil ditangkap selanjutnya dapat disimpan secara permanen di bawah tanah (sequestration) atau dimanfaatkan kembali menjadi bahan bakar sintetis dan produk industri. Teknologi DAC dinilai krusial karena mampu menjangkau emisi dari sumber yang sulit didekarbonisasi, seperti pelayaran dan penerbangan, yang tidak bisa sepenuhnya dialihkan ke energi listrik. Ini adalah pendekatan penangkapan karbon yang berbeda dari sistem konvensional karena langsung menyasar polutan yang sudah tersebar di udara, bukan hanya dari cerobong pabrik.

Potensi Teknologi DAC untuk Kawasan Industri dan Pelabuhan

Meskipun masih dalam tahap awal dan menghadapi tantangan biaya energi yang tinggi, uji coba di Singapura memberikan data berharga tentang penerapan DAC di lingkungan urban dan maritim. Pelajaran dari proyek ini sangat relevan bagi negara-negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memiliki banyak kawasan industri dan pelabuhan dengan emisi tinggi. Apabila biaya operasional dapat ditekan melalui riset dan skala ekonomi, teknologi penangkapan karbon langsung dari udara ini berpotensi menjadi bagian dari solusi iklim regional. Data yang dihasilkan akan membantu pemerintah dan pelaku industri merancang kebijakan serta investasi yang tepat untuk mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Inisiatif Singapura ini merupakan bukti bahwa inovasi iklim tidak selalu harus berskala raksasa; uji coba skala kecil pun bisa menjadi landasan bagi perubahan besar. Dengan terus mengembangkan DAC dan teknologi penangkapan, utilisasi, dan penyimpanan karbon (CCUS) lainnya, kita membuka jalan bagi masa depan di mana emisi historis dapat dikurangi secara aktif. Bagi Indonesia, mengamati dan berkolaborasi dalam proyek semacam ini dapat mempercepat adopsi solusi serupa di pelabuhan-pelabuhan utama, seperti Tanjung Priok atau Makassar, sehingga ketahanan lingkungan dan iklim kita semakin kuat.