Ekologi Terapan/Inovasi Hayati
Silvofishery di Surabaya: Integrasi Mangrove dan Tambak Pulihkan Ekosistem Pesisir
10 Juni 2026, 00:00
7 views
Kawasan pesisir Surabaya, seperti banyak kota pantai di Indonesia, menghadapi ancaman abrasi, degradasi kualitas air, dan tekanan terhadap mata pencaharian nelayan tambak. Metode konvensional seringkali mengorbankan hutan mangrove untuk perluasan tambak, yang justru memperparah kerentanan ekosistem. Pemerintah Kota Surabaya melalui BRIDA dan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian mengembangkan solusi berbasis ekosistem berupa silvofishery (wanamina). Konsep ini mengintegrasikan budidaya perikanan (seperti bandeng dan udang) dengan penanaman dan perawatan mangrove di area yang sama. Akar mangrove berfungsi sebagai benteng alami terhadap abrasi, penyerap karbon, sekaligus menciptakan habitat bagi biota laut yang mendukung produktivitas tambak. Hasil panen di kawasan Wonorejo membuktikan bahwa integrasi ini tidak mengurangi hasil, bahkan menciptakan sistem yang lebih resilien. Pendekatan silvofishery menawarkan solusi win-win solution: memulihkan ekosistem pesisir yang kritis sekaligus menjaga produktivitas ekonomi masyarakat. Model ini sangat potensial untuk direplikasi di berbagai garis pantai Indonesia yang mengalami masalah serupa, sebagai bagian dari strategi adaptasi iklim berbasis alam.