Ekologi Terapan/Inovasi Hayati
Restorasi Gambut dengan Teknik Paludiculture: Menghasilkan Komoditas tanpa Mengeringkan Lahan
23 April 2026, 00:00
5 views
Konversi dan pengeringan lahan gambut untuk perkebunan (seperti sawit) telah menyebabkan degradasi ekosistem, emisi karbon masif, dan kebakaran. Teknik paludiculture (cultivation on wet peatlands) muncul sebagai solusi restorasi yang produktif. Paludiculture adalah sistem budidaya tanaman pada gambut yang tetap basah, menghindari pengeringan. Tanaman seperti jelutung (getah), sagu, purun (untuk anyaman), dan berbagai tanaman obat dibudidayakan. Solusi ini menjaga tinggi muka air gambut, mengurangi risiko kebakaran, memelihara cadangan karbon, dan tetap menghasilkan komoditas ekonomi bagi masyarakat. Dampaknya adalah restorasi fungsi ekologis gambut sebagai penyerap karbon, pencegahan kebakaran, dan pembentukan mata pencaharian alternatif yang sustainable bagi masyarakat sekitar gambut. Potensi pengembangan ke depan adalah integrasi paludiculture dalam kebijakan restorasi gambut nasional, pengembangan pasar untuk produk gambut basah, dan replikasi di berbagai wilayah gambut di Sumatra dan Kalimantan sebagai alternatif ekonomi yang ramah lingkungan.