Akses terhadap air bersih di kawasan pesisir dan pulau kecil di Indonesia masih menjadi tantangan serius yang mempengaruhi kehidupan dan lingkungan. Ketergantungan pada pasokan dari daratan atau air kemasan plastik menimbulkan beban ekonomi tinggi dan masalah sampah. Menanggapi hal ini, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menghadirkan solusi inovatif: prototipe sistem pemurni air hybrid yang sepenuhnya digerakkan oleh energi terbarukan. Inovasi ini memanfaatkan sumber daya alam setempat, yaitu sinar matahari dan angin, untuk menciptakan solusi mandiri dan berkelanjutan bagi krisis air di wilayah pesisir.
Mekanisme Desalinasi Hybrid: Menjawab Tantangan Intermitten Energi Terbarukan
Inti dari teknologi yang dikembangkan oleh tim peneliti ITS ini adalah proses desalinasi melalui destilasi, yang memisahkan garam dan kontaminan lain dari air laut atau air payau. Inovasi utamanya terletak pada sistem penggeraknya yang revolusioner. Sistem ini menggunakan kombinasi panel tenaga surya dan turbin tenaga angin berukuran kecil untuk membangkitkan listrik. Pendekatan hybrid ini secara cerdas mengatasi kelemahan umum energi terbarukan, yaitu ketidakstabilan pasokan. Ketika intensitas cahaya matahari berkurang, angin pesisir yang biasanya kencang dapat menggantikan perannya, begitu pula sebaliknya. Konfigurasi ini menjamin sistem dapat beroperasi secara lebih konsisten dan andal dalam menghasilkan air tawar.
Teknologi ini tidak hanya sekadar alat, tetapi sebuah sistem yang dirancang untuk keberlanjutan. Dengan mengandalkan sumber energi lokal yang melimpah, sistem pemurni air tenaga surya dan angin ini meminimalkan ketergantungan pada infrastruktur eksternal dan bahan bakar fosil. Pendekatan ini menjadikannya solusi yang sangat aplikatif untuk lokasi-lokasi terpencil dengan akses energi terbatas, sekaligus menawarkan proses desalinasi yang ramah lingkungan.
Dampak Holistik: Dari Konservasi Lingkungan Hingga Pemberdayaan Sosial-Ekonomi
Prototipe yang telah diujicoba di beberapa lokasi di Jawa Timur ini menunjukkan dampak positif multidimensi. Dari sisi lingkungan, sistem beroperasi dengan nol emisi, secara langsung mengurangi penggunaan generator diesel dan limbah plastik dari air minum kemasan. Aspek sosial-ekonominya bahkan lebih transformatif. Sistem ini memberdayakan komunitas pesisir dengan menyediakan akses air bersih yang mandiri, mengurangi kerentanan terhadap kelangkaan pasokan dan fluktuasi harga. Biaya operasional yang rendah setelah investasi awal menjadikannya solusi yang ekonomis dalam jangka panjang, sekaligus meningkatkan ketahanan komunitas terhadap dampak perubahan iklim seperti intrusi air laut.
Potensi replikasi teknologi ini sangat besar. Desainnya yang modular dan mengandalkan sumber daya lokal membuatnya cocok untuk diadaptasi di berbagai daerah terpencil dengan kondisi serupa. Keberhasilan inovasi dari ITS ini membuka jalan untuk skema pendanaan yang lebih inklusif dan kolaborasi strategis dengan pemerintah daerah, swasta, dan lembaga masyarakat. Pengembangan lebih lanjut menuju skala komersial atau komunal dapat secara signifikan mempercepat pencapaian target ketahanan air dan energi bersih di Indonesia.