Beranda / Ketahanan Pangan / Perempuan dan Pertanian Perkotaan: Gerakan Urban Farming Ber...
Ketahanan Pangan

Perempuan dan Pertanian Perkotaan: Gerakan Urban Farming Berbasis Komunitas di Jakarta Selatan

Perempuan dan Pertanian Perkotaan: Gerakan Urban Farming Berbasis Komunitas di Jakarta Selatan
Ketahanan pangan kota menjadi rentan ketika rantai pasok terganggu. Di Jakarta Selatan, sebuah komunitas ibu-ibu rumah tangga membentuk inisiatif urban farming dengan memanfaatkan lahan tidur dan atap rumah. Mereka menanam sayuran hidroponik dan menggunakan aquaponik dengan ikan lele. Hasil panen sebagian untuk konsumsi keluarga dan sebagian dijual melalui koperasi online. Data dari komunitas menunjukkan produksi sayuran segar rata-rata 200 kilogram per bulan, membantu mengurangi pengeluaran belanja pangan setiap keluarga hingga 25 persen. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana edukasi lingkungan bagi anak-anak dan meningkatkan kekompakan antar warga. Beberapa anggota juga mendapat penghasilan tambahan dari penjualan sayur dan bibit. Ke depan, komunitas ini mulai menjalin kerja sama dengan restoran lokal dan layanan katering untuk memasarkan produknya, serta memperluas area tanam dengan memanfaatkan dinding vertikal sebagai kebun sayur.
Organisasi: komunitas ibu-ibu rumah tangga, koperasi online, restoran lokal, layanan katering