Beranda / Energi Hijau / Pengembangan Microgrid Tenaga Surya di Pulau Terpencil Nusa...
Energi Hijau

Pengembangan Microgrid Tenaga Surya di Pulau Terpencil Nusa Penida Penuhi Kebutuhan Listrik 24 Jam

Pengembangan Microgrid Tenaga Surya di Pulau Terpencil Nusa Penida Penuhi Kebutuhan Listrik 24 Jam
Banyak pulau kecil dan terpencil di Indonesia masih bergantung pada pembangkit listrik diesel yang mahal, tidak stabil, dan menghasilkan emisi tinggi. Di Nusa Penida, Bali, sebuah sistem microgrid tenaga surya skala menengah yang terintegrasi dengan baterai penyimpanan energi (BESS) berhasil dibangun. Sistem ini menggabungkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kontrol pintar untuk mengelola pasokan listrik secara mandiri untuk sebagian wilayah pulau. Microgrid ini mampu memasok listrik yang andal dan bersih selama 24 jam, mengurangi ketergantungan pada solar dan menstabilkan tegangan listrik yang sebelumnya sering turun. Kelebihan energi yang dihasilkan di siang hari disimpan dalam baterai untuk digunakan pada malam hari atau saat mendung. Implementasi ini membawa dampak besar bagi ekonomi lokal, khususnya sektor pariwisata dan usaha kecil yang membutuhkan pasokan listrik stabil. Secara lingkungan, mengurangi emisi karbon dari pembangkit diesel. Keberhasilan microgrid di Nusa Penida menjadi model percontohan yang sangat relevan untuk diterapkan di ribuan pulau terpencil lainnya di Indonesia, mempercepat transisi energi bersih dan menuju elektrifikasi berkelanjutan.