Teknologi Ramah Bumi
Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) berbasis Teknologi Termal di Kota Bandung
02 Juni 2026, 00:00
Bandung, Indonesia
12 views
Permasalahan timbulan sampah kota yang melampaui kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan kebutuhan energi yang terus meningkat menemukan solusi konvergen di Kota Bandung melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Fasilitas ini menggunakan teknologi termal (insinerasi atau gasifikasi terkontrol) untuk membakar sampah yang telah dipilah (terutama residu yang tidak dapat didaur ulang) pada suhu tinggi, menghasilkan panas untuk mengubah air menjadi uap dan menggerakkan turbin pembangkit listrik.
PLTSa di Bandung diklaim mampu mengolah ratusan ton sampah per hari dan menghasilkan listrik yang dialirkan ke jaringan PLN, mencukupi kebutuhan puluhan ribu rumah tangga. Proses ini secara signifikan mengurangi volume sampah akhir yang dibuang ke TPA (hingga 90% dalam bentuk abu) dan mengonversi masalah menjadi sumber energi. Pengoperasiannya dilengkapi dengan sistem pengendalian polusi udara modern (seperti electrostatic precipitator dan scrubber) untuk meminimalkan emisi.
Dampak utama adalah solusi pengelolaan sampah perkotaan yang lebih berkelanjutan sekaligus kontribusi pada bauran energi terbarukan nasional. PLTSa mengurangi emisi metana dari TPA dan menggantikan sebagian pembangkit berbasis fosil. Teknologi ini berpotensi direplikasi di kota-kota metropolitan lain di Indonesia yang memiliki volume sampah tinggi dan keterbatasan lahan TPA, dengan catatan harus disertai sistem pemilahan sampah di sumber yang baik dan pengawasan ketat terhadap proses pembakaran serta penanganan limbah abunya.
Organisasi: PLN