Ekologi Terapan/Inovasi Hayati
Mycocycle: Startup AS Gunakan Jamur untuk Mendaur Ulang Limbah Konstruksi yang Rumit
10 Mei 2026, 00:00
Amerika Serikat, Indonesia
11 views
Industri konstruksi menghasilkan miliaran ton limbah setiap tahunnya, termasuk bahan-bahan kompleks seperti aspal, drywall, dan plastik yang sulit terurai atau didaur ulang. Limbah ini sering berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA), mencemari tanah dan air, serta menyumbang emisi metana. Menghadapi masalah ini, perusahaan rintisan (startup) asal Amerika Serikat, Mycocycle, menawarkan solusi berbasis bioteknologi yang revolusioner dengan memanfaatkan kekuatan jamur.
Inovasi Mycocycle menggunakan miselium, yaitu jaringan akar jamur, untuk 'memakan' dan memecah polutan serta bahan kimia berbahaya dalam limbah konstruksi. Proses bioremediasi ini mengubah tumpukan sampah beracun menjadi bahan baku bio-based yang aman, stabil, dan dapat digunakan kembali. Misalnya, material hasil olahan jamur dapat dijadikan insulasi bangunan, kemasan, atau bahkan komponen furnitur, menutup lingkaran ekonomi sirkular di sektor konstruksi.
Dampaknya adalah pengurangan drastis limbah ke TPA, penurunan pencemaran lingkungan dari bahan konstruksi, dan terciptanya material baru yang ramah lingkungan. Potensi pengembangan ke depan sangat besar. Teknologi serupa dapat diadaptasi untuk mengolah jenis limbah industri lain di Indonesia, seperti limbah kelapa sawit atau serbuk kayu. Kolaborasi antara startup bioteknologi dengan perusahaan konstruksi dan pengembang properti di Indonesia dapat menjadi terobosan dalam mewujudkan industri konstruksi hijau yang lebih berkelanjutan.
Organisasi: Mycocycle