Solusi Praktis
Koperasi Serba Usaha di Yogyakarta Kelola Sampah Organik Jadi Pakan Maggot dan Kompos
21 Juni 2026, 00:00
Yogyakarta, Indonesia
11 views
Sampah organik dari pasar tradisional dan rumah tangga di Yogyakarta seringkali berakhir di TPA tanpa pengelolaan yang optimal, menghasilkan emisi metana dan masalah lingkungan. Sebuah Koperasi Serba Usaha (KSU) di wilayah tersebut melihat peluang dalam masalah ini dengan mengembangkan bisnis pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular. Mereka mengumpulkan sampah sayur dan buah dari pasar, lalu memprosesnya melalui dua jalur utama: sebagai pakan untuk budidaya larva Black Soldier Fly (maggot) dan sebagai bahan baku pembuatan kompos.
Inovasi yang diterapkan adalah sistem pengumpulan sampah terpilah dari mitra pasar dan komunitas, dilanjutkan dengan proses pencacahan dan fermentasi. Sampah yang cocok diberikan sebagai pakan pada budidaya maggot, yang larvanya bernilai tinggi sebagai pakan ternak unggas dan ikan yang kaya protein. Sisa sampah lainnya diolah menjadi kompos berkualitas melalui proses pengomposan aerobik. Koperasi juga melibatkan anggota masyarakat dalam rantai nilai, dari pengumpul hingga pengolah.
Dampak yang dihasilkan multi-aspek. Lingkungan: pengurangan volume sampah di TPA dan penurunan emisi gas rumah kaca. Ekonomi: tercipta lapangan kerja baru dan pendapatan dari penjualan maggot hidup/kering, pupuk kompos, dan prekursor pupuk cair. Sosial: peningkatan kesadaran masyarakat tentang pemilahan sampah. Potensi pengembangan model ini sangat besar untuk direplikasi di kota-kota lain di Indonesia, mengingat masalah sampah organik perkotaan yang serupa. Kunci keberhasilan terletak pada kemitraan dengan pemda setempat untuk akses ke sumber sampah dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat.
Organisasi: Koperasi Serba Usaha (KSU)