Beranda / Ketahanan Pangan / Kolaborasi Indonesia-Jepang Kembangkan Biochar untuk Kredit...
Ketahanan Pangan

Kolaborasi Indonesia-Jepang Kembangkan Biochar untuk Kredit Karbon dan Kesehatan Tanah

Kolaborasi Indonesia-Jepang Kembangkan Biochar untuk Kredit Karbon dan Kesehatan Tanah
Sektor pertanian Indonesia menghasilkan jutaan ton limbah biomassa setiap tahunnya, yang jika tidak dikelola dengan baik dapat melepaskan karbon ke atmosfer dan mempercepat perubahan iklim. Selain itu, banyak lahan pertanian mengalami penurunan kesehatan tanah. Untuk menjawab tantangan ganda ini, Indonesia dan Jepang memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan pertanian regeneratif berbasis biochar melalui workshop yang digelar di Jakarta. Biochar adalah bahan kaya karbon yang dihasilkan dari proses pirolisis (pemanasan tanpa oksigen) limbah biomassa pertanian. Pengaplikasian biochar ke dalam tanah berfungsi ganda: meningkatkan kesehatan tanah dengan memperbaiki retensi hara dan kapasitas menahan air, serta mengunci karbon organik agar tidak terlepas ke atmosfer dalam waktu puluhan tahun. Fokus kolaborasi termasuk menyusun metodologi perhitungan kredit karbon dari aktivitas ini. Potensi dampaknya sangat besar. Jika 21,9 juta ton limbah biomassa kering per tahun diolah menjadi biochar, potensi penyerapan karbon organik bisa mencapai 883.585 ton per tahun. Ini membuka peluang ekonomi baru bagi petani melalui skema kredit karbon, sekaligus meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan. Pengembangan metodologi kredit karbon yang tepat akan memungkinkan Indonesia mengambil manfaat finansial dari kontribusinya terhadap mitigasi perubahan iklim, sehingga model pertanian regeneratif ini dapat diadopsi lebih luas.
Organisasi: Indonesia, Jepang