Ekologi Terapan/Inovasi Hayati
Klaster Pesantren Hijau: Solusi Agroforestri dan Pengelolaan Limbah di 100 Pesantren Indonesia
06 Juni 2026, 00:00
Indonesia
9 views
Indonesia menghadapi tantangan degradasi lingkungan dan ketahanan pangan di wilayah pedesaan, khususnya di sekitar pusat pendidikan seperti pesantren. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan Kementerian Agama meluncurkan program 'Klaster Pesantren Hijau' yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam dengan praktik lingkungan hidup di 100 pesantren pada Agustus 2025. Solusi utama melibatkan penerapan agroforestri di lahan pesantren, menanam pohon buah dan kayu multi-fungsi, serta sistem pengelolaan limbah organik menjadi kompos untuk mendukung kebun pesantren sendiri.
Inovasi ini tidak hanya menciptakan ekosistem pembelajaran lingkungan secara langsung bagi santri, tetapi juga meningkatkan ketahanan pangan lokal melalui produksi buah dan sayuran. Pesantren menjadi model pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dengan mengurangi ketergantungan pada bahan pangan eksternal. Dampaknya adalah penguatan ekonomi pesantren, edukasi lingkungan berbasis agama, serta penciptaan mini-ekosistem hijau yang menyerap karbon.
Potensi pengembangan sangat besar karena lebih dari 28.000 pesantren di Indonesia dapat menjadi replika program ini. Pendekatan berbasis nilai agama dan komunitas memastikan penerimaan yang tinggi serta keberlanjutan program. Model ini juga bisa diadaptasi oleh sekolah umum atau komunitas religi lainnya untuk menciptakan pusat pendidikan yang mandiri secara lingkungan dan pangan.
Organisasi: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, KLHK, Kementerian Agama