Solusi Praktis
Kampung Iklim 'Berkah Tani' di Jember Raup Rp 800 Juta dari Pertanian Cerdas dan Solar Dryer
01 Juni 2026, 00:00
Jember, Desa Tegalrejo
14 views
Komunitas Desa Tegalrejo, Jember, membuktikan bahwa aksi iklim berbasis komunitas dapat menghasilkan dampak ekonomi nyata. Sebagai bagian dari Program Kampung Iklim (ProKlim) Kementerian LHK, warga mengadopsi sistem pertanian cerdas iklim (climate-smart agriculture) untuk mengatasi cuaca ekstrem dan fluktuasi harga. Inovasi utama mereka adalah integrasi budidaya tanaman pangan (jagung, cabai) dengan peternakan (kambing) dalam sistem terpadu, di mana limbah tanaman menjadi pakan dan kotoran ternak menjadi pupuk organik, mengurangi ketergantungan pada input kimia. Solusi kunci lainnya adalah penggunaan 'solar dryer' atau pengering surya tenaga matahari untuk mengeringkan hasil panen cabai dan jagung. Teknologi sederhana ini meningkatkan kualitas produk, memperpanjang masa simpan, dan memungkinkan warga menjual dengan harga lebih tinggi, tidak lagi terburu-buru saat panen raya. Dampak yang terukur adalah peningkatan pendapatan kelompok tani mencapai Rp 800 juta per tahun dari penjualan komoditas kering. Secara lingkungan, praktik ini mengurangi emisi dari pupuk kimia dan mencegah pembusukan limbah panen. Model Kampung Iklim 'Berkah Tani' ini sangat aplikatif dan mudah direplikasi di desa-desa lain. Pendekatannya menggabungkan pengetahuan lokal dengan teknologi tepat guna, didukung oleh pendampingan institusional. Keberhasilannya menunjukkan bahwa adaptasi iklim tidak harus mahal, tetapi dapat dimulai dari solusi sederhana yang langsung menyentuh ekonomi warga, sekaligus membangun ketahanan pangan komunitas.
Organisasi: Kementerian LHK