Beranda / Teknologi Ramah Bumi / Inovasi Bata dari Limbah Plastik & Abu Sekam Padi oleh Mahas...
Teknologi Ramah Bumi

Inovasi Bata dari Limbah Plastik & Abu Sekam Padi oleh Mahasiswa UGM

Inovasi Bata dari Limbah Plastik & Abu Sekam Padi oleh Mahasiswa UGM

Tim mahasiswa UGM menciptakan inovasi bata ramah lingkungan dari limbah plastik LDPE (seperti kemasan fleksibel) dan abu sekam padi. Inovasi ini menjawab dua masalah sekaligus: pencemaran sampah plastik dan limbah pertanian yang belum termanfaatkan optimal.

Proses pembuatannya melibatkan pencacahan dan pelelehan plastik, kemudian dicampur dengan abu sekam padi sebagai bahan pengisi. Hasilnya adalah bata yang lebih ringan dari bata konvensional, memiliki kuat tekan memadai untuk aplikasi non-struktural, serta bersifat tahan air.

Solusi ini menerapkan prinsip ekonomi sirkular dengan dampak ganda: mengurangi polusi limbah dan memberikan nilai tambah pada sekam padi. Inovasi ini menjadi contoh aplikatif riset terapan untuk keberlanjutan lingkungan dan konstruksi.

```json { "konten_html": "

Indonesia menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan dua jenis limbah: sampah plastik yang mencemari ekosistem dan limbah pertanian seperti sekam padi yang sering belum termanfaatkan optimal. Inovasi bata ramah lingkungan yang dikembangkan oleh tim mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menawarkan solusi cerdas yang memadukan dua masalah ini menjadi satu terobosan keberlanjutan. Dengan memanfaatkan limbah plastik jenis LDPE dan abu sekam padi, mereka menciptakan alternatif material konstruksi sekaligus mewujudkan prinsip ekonomi sirkular secara nyata. Pendekatan ini menjadi contoh bagaimana riset terapan dapat menjawab masalah lingkungan dengan cara aplikatif dan berdampak langsung.

Proses Pembuatan dan Keunggulan Teknis Bata Limbah

Proses pembuatan bata ini menggabungkan metode yang relatif sederhana namun berdampak besar. Limbah plastik LDPE, seperti kemasan fleksibel, dicacah

Organisasi: UGM