Beranda / Ekologi Terapan/Inovasi Hayati / BRIN Kembangkan Bahan Pemadam Karhutla Berbahan Dasar Pati S...
Ekologi Terapan/Inovasi Hayati

BRIN Kembangkan Bahan Pemadam Karhutla Berbahan Dasar Pati Singkong

BRIN Kembangkan Bahan Pemadam Karhutla Berbahan Dasar Pati Singkong

BRIN mengembangkan material retardan CASSA-P berbasis pati singkong sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas pemadaman karhutla. Teknologi ini memanfaatkan sumber daya lokal yang melimpah, bersifat biodegradable, dan menawarkan pendekatan yang lebih ramah lingkungan. Jika berhasil, inovasi ini berpotensi besar dalam mengurangi kerugian ekologis dan ekonomi akibat kebakaran hutan di Indonesia.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia kerap menjadi bencana tahunan yang sulit dikendalikan. Luasnya area terdampak, ditambah keterbatasan efektivitas air konvensional yang cepat menguap, menjadikan upaya pemadaman karhutla sebagai tantangan besar. Menjawab persoalan ini, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menghadirkan inovasi material retardan berbasis sumber daya lokal yang menjanjikan solusi lebih efektif dan ramah lingkungan.

CASSA-P: Inovasi Retardan dari Pati Singkong

BRIN mengembangkan material retardan yang dinamakan CASSA-P atau Singkong-APP, sebuah teknologi pemadam berbasis pati singkong. Inovasi ini menggabungkan pati singkong dengan senyawa seperti ammonium polyphosphate (APP) dan wetting agent untuk meningkatkan retensi air pada vegetasi. Pendekatan ini memperlambat proses pembakaran dan mencegah penyebaran api secara lebih optimal dibandingkan metode konvensional. Pengembangan ini menjadi langkah penting dalam riset bahan pemadam karhutla yang tidak hanya efektif, tetapi juga memanfaatkan potensi lokal Nusantara.

Keunggulan utama dari teknologi ini adalah penggunaan pati singkong sebagai bahan baku terbarukan yang melimpah di Indonesia. Struktur polisakarida dalam pati singkong dimodifikasi untuk mengatur kemampuan pembentukan film dan retensi air, sehingga cairan retardan ini dapat bertahan lebih lama di permukaan vegetasi. Karena berbahan dasar organik, material ini bersifat biodegradable dan lebih ramah lingkungan dibandingkan beberapa retardan kimia sintetis yang selama ini digunakan.

Cara Kerja dan Potensi Implementasi di Lapangan

Cairan retardan CASSA-P dirancang untuk dapat diaplikasikan dari udara maupun darat, menjadikannya alat pemadam yang fleksibel untuk berbagai kondisi lapangan. Teknologi ini ditujukan untuk respons awal dalam memadamkan api, pengendalian penyebaran api samping (flank), serta pembuatan garis penghalang pada vegetasi yang belum terbakar. Pendekatan ini memberikan solusi strategis bagi tim pemadam dalam mengendalikan karhutla secara lebih terarah dan efisien.

Meskipun masih dalam tahap penelitian dan validasi laboratorium serta lapangan untuk memastikan keamanan lingkungan dan efektivitas optimum, teknologi ini menjanjikan dampak yang besar. Jika berhasil dikembangkan, CASSA-P berpotensi menjadi alat pendukung pemadaman karhutla yang lebih andal dan ramah lingkungan. Inovasi ini juga dapat mengurangi ketergantungan pada impor bahan kimia, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani singkong lokal melalui rantai pasok bahan baku yang berkelanjutan.

Lebih dari sekadar teknologi pemadam, pengembangan CASSA-P membuktikan bahwa riset dapat menjawab masalah nasional dengan solusi yang bersumber dari kekayaan alam Indonesia. Ketika bencana karhutla mengancam ekosistem dan kesehatan masyarakat, inovasi seperti ini memberikan harapan baru untuk mitigasi yang lebih efektif. Potensi pengembangan dan replikasi teknologi ini di daerah-daerah rawan karhutla sangat terbuka lebar, terutama dengan dukungan kebijakan dan investasi riset yang berkelanjutan.

Inovasi BRIN ini mengajak kita semua untuk melihat bahwa krisis lingkungan dapat diatasi dengan kreativitas dan pemanfaatan sumber daya lokal. Keberhasilan CASSA-P nantinya akan menjadi bukti bahwa kolaborasi antara sains, teknologi, dan kearifan lokal mampu melahirkan solusi nyata bagi keberlanjutan. Sudah saatnya kita mendukung penuh riset-riset semacam ini sebagai investasi jangka panjang untuk masa depan lingkungan Indonesia yang lebih aman dan lestari.

Organisasi: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)